Suara Pemudi Adat Menggugat Janji Politik Berpihak
← Kembali ke Daftar Catatan
Advokasi & KebijakanKamis, 25 Januari 2024

Suara Pemudi Adat Menggugat Janji Politik Berpihak

Di tahun politik, pemudi adat tidak lagi mau hanya menjadi objek kampanye. Mereka menuntut komitmen konkret dari calon pemimpin untuk pengesahan RUU Masyarakat Adat.

Menjelang kontestasi pemilihan umum, narasi-narasi populis dan kunjungan para calon politisi ke wilayah-wilayah perdesaan mulai masif terjadi. Namun, pemudi adat kini menolak untuk sekadar menjadi ladang lumbung suara (vote getter) atau latar belakang foto kampanye yang eksotis.

Kontrak Politik yang Mengikat

Generasi muda masyarakat adat kini bersikap jauh lebih kritis. Barisan Pemudi PEREMPUAN AMAN telah menginisiasi sejumlah dialog publik yang menghadirkan perwakilan partai dan calon legislatif. Di panggung tersebut, mereka bukan mendengarkan janji manis, melainkan menyodorkan kontrak komitmen tertulis.

Tuntutan mereka jelas dan tidak bisa ditawar: pengesahan RUU Masyarakat Adat, harmonisasi tata ruang pertanahan yang mengakui batas teritori ulayat, serta pelibatan kelompok perempuan secara substansial dalam setiap proses penyusunan Musrenbang tingkat desa hingga nasional. Suara kaum ibu dan pemudi sangat fundamental dalam menentukan arah keberlanjutan ekologis republik ini.

Tag:#Pemilu#Pemilih Pemula#RUU Masyarakat Adat